Dengan sistem pendidikan di Indonesia yang berbeda dengan pendidikan di luar negeri, keinginan untuk kuliah di negeri orang membuat seseorang merasa kesulitan dengan berbahasa Inggris sebagai bahasa dunia.
Semakin banyak jumlah pelajar yang mencari sekolah ke luar negeri, maka sangat penting bagi sebuah institusi pendidikan untuk memiliki ukuran yang komprehensif dan konsisten untuk melakukan penilaian kemampuan berbahasa Inggris dari para peminatnya.
Biasanya, demi "memperbaiki" standar berbahasa Inggris, tak jarang dari kalian pasti akan mengikuti Test of English as a Foreign Language (TOEFL) alias ujian kemampuan berbahasa Inggris.
International Office Director dari Universitas Adelaide Joanne Barker mengatakan bahwa tes TOEFL merupakan perangkat terbaik yang membuat seseorang atau institusi, lebih yakin dalam mengevaluasi kemampuan berbahasa Inggris dari para pelajar.
"Kelebihannya terletak pada kombinasi kemampuan mendengar, membaca, berbicara, dan menulis serta kami melihat hal tersebut sebagai indikator yang dapat diandalkan dalam melihat kemampuan berbahasa Inggris dari para pelajar prospektif kami," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (5/9/2013).
Selain itu, tes TOEFL juga merupakan tes global yang digunakan baik untuk penerimaan sarjana dan pascasarjana yang diakui di lebih dari 130 negara, termasuk Australia, Selandia Baru, Inggris, Kanada, Amerika Serikat, dan banyak Negara di Asia dan Eropa lainnya.
Director of Admission dari Universitas Carnegie Mellon Michael Steidel menambahkan, dengan populasi internasional yang besar dari bukan-penutur asli bahasa Inggris di Carnegie Mellon University, ini menjadi sangat tergantung pada tes TOEFL sebagai perangkat yang sangat baik dalam menilai kemampuan berbahasa Inggris komunitas akademisnya.
"Ada banyak tantangan yang dihadapi para pelajar di kampus, tapi dengan adanya tes TOEFL telah memberikan keyakinan pada kami untuk mengetahui bahwa keberhasilan menavigasi di lingkungan berbahasa Inggris tidak akan menjadi salah satunya. Penggunaan tes TOEFL terus bertambah dari waktu ke waktu," tuturnya.
Head of the Postgraduate Office, College of Humanities and Social Science di Universitas Edinburgh Rick Kiralfy mengatakan, penggunaan tes TOEFL merupakan kunci dalam bisnis penerimaan pascasarjana di College of Humanities and Social Science di Universitas Edinburgh.
"Dengan jumlah peminat luar negeri yang setiap tahun meningkat, sangat penting bagi kami untuk mengetahui bahwa para pelajar dipersiapkan untuk menghadapi tekanan pelajaran pascasarjana dalam bahasa Inggris, dan tes TOEFL terus menyediakan kami jaminan bahwa pelajar yang kami terima memiliki kemampuan untuk meraih yang terbaik selama belajar di sini," ungkapnya.
Sekadar informasi, program TOEFL iBT, sebuah penilaian Bahasa Inggris paling diakui untuk tujuan akademis, telah menerima pengakuan di lebih dari 9.000 institusi di seluruh dunia dan akan terus bertambah. Jumlah ini lebih banyak dari penilaian kemampuan berbahasa Inggris lainnya di seluruh dunia.(okezone.com)

